jartel


School Of 3G LTE & Advanced Communications Launched
May 25, 2009, 7:49 am
Filed under: Uncategorized | Tags:

Artikel ini diambil sepenuhnya dari (http://www.3g.co.uk/PR/May2009/School_Of_3G_LTE_and_Advanced_Communications_Launched.html)

School_Of_3G_LTE_and_Advanced_Communications_LaunchedEurope : Informa Telecoms Academy, a leading provider of technology and business training to the global telecoms industry announce the launch of the School of LTE & Advanced Communications. The School of LTE & Advanced Communications delivers a wide portfolio of training courses covering the key technologies in the planning and deployment of LTE and Advanced Communications networks, details of which can be found at www.schooloflte.com.

“Long Term Evolution (LTE) will be the leading technology choice as networks evolve towards 4G. As operators and vendors develop their strategy, it is essential that this new technology is fully understood from both a technical and a business perspective by those that are making key strategic decisions (whether technical or commercial), and by those that are implementing the strategy on the ground.” said Tony Wakefield, Training Director, Informa Telecoms Academy “The School of LTE & Advanced Communications aims to deliver the right blend of programmes to ensure that staff at all levels of the business attain the appropriate level of skills and knowledge in order to fully benefit from the opportunities that LTE presents.”

LTE is the new technology standard being produced by the 3GPP and is the favoured path for 3G/UMTS networks evolving towards 4G wireless. LTE is spectrally efficient and will enable network operators to more efficiently provide their customers with significantly faster data rates. Several network operators have already committed to deploying LTE networks, and it is expected many more will follow.

All programmes within the School of LTE & Advanced Communications include comprehensive market updates (from Informa Telecoms & Media Industry Analysts), which adds the latest news on LTE deployments and equipment, as well as covering commercial and regulatory topics.

TRAINING PROGRAMMES

The School of LTE & Advanced Communications currently consists of nine instructor led programmes ranging from introductory level courses to certified in-depth technology programmes. The current portfolio consists of:

* LTE Explained

* LTE Air Interface

* LTE Architecture & Protocols

* Informa Certified LTE Radio Planning Professional

* Informa Certified Advanced Core Network Planning Professional

* IP Multimedia Subsystem (IMS)

* Technologies for Convergence & Multimedia-Service Networks

* Multiprotocol Label Switching (MPLS)

For the Informa Certified LTE Radio Planning Professional programme, the Telecoms Academy have partnered with industry leading software providers Mentum and Symena to ensure participants have the tools to fully appreciate and assess the technical and commercial impact of different planning scenarios.



Implementasi dan Perkembangan Layanan 3G di Indonesia
April 2, 2009, 2:27 pm
Filed under: Uncategorized | Tags:

Artikel ini diambil dari berbagai sumber.

Perkembangan Layanan 3G di Indonesia

nokiametro50

Bagaimana perkembangan teknologi UMTS di Indonesia? Berikut akan dijelaskan sedikit perkembangannya. Artikel yang kami tulis ini diambil dari berbagai sumber. Pada tulisa pertama ini adalah awal mula penerapan 3G di Indonesia sekitar tahun 2006.

Teknologi UMTS akan diterapkan di Indonesia sebagai generasi ketiga dalam teknologi komunikasi seluler. Sebelum UMTS, Indonesia telah menerapkan teknologi GSM sebagai generasi kedua. Untuk menerapkan UMTS di Indonesia yang juga merupakan perkembangan teknologi GSM tidak akan dilakukan secara independent tanpa mempertimbangkan teknologi GSM yang telah diterapkan. Untuk itu, harus dilakukan studi tentang jaringan eksisting GSM dan kemudian harus dilakukan perencanaan yang matang meliputi jarungan akses dan jaringan core dari UMTS.

Dalam penerapan teknologi 3 G ini di Indonesia terdapat beberapa kesulitan dalam implementasinya. Apa saja kesulitan yang didapat? Mari kita koreksi bersama-sama.

Device

  • Harga masih mahal. Jika harga sudah mencapai Rp 1,5 juta baru akan terjadi “tipping point” dimana layanan akan diserbu pengguna.
  • Batere handset 3G saat ini masih cepat habis.
  • Menu, aplikasi, dan software yang ada di handset 3G saat ini masih sulit dipersonalisasi dan kurang user friendly. Yang ada saat ini sepertinya hanya memindahkan menu yang ada di handset GSM saja.
  • Layar masih belum nyaman untuk beberapa aplikasi

Aplikasi

  • Aplikasi tidak tersedia dalam handset sehingga harus dipasang dahulu. Hal ini bisa menjadi ganjalan untuk pengguna yang tidak terlalu paham masalah teknis.
  • Content masih sangat terbatas dan belum memenuhi kebutuhan komunitas / kultur.
  • Kebanyakan aplikasi masih terpengaruh dengan layanan GSM

People

  • Nampaknya harus ada segmentasi (usia, genre).

Pricing

  • Diperkirakan adalah Rp 5000,-/download.
  • Bisa juga dilakukan dengan bundling.
  • Bisa juga bergantung kepada jenis musik (genre). Dengan kata lain ada subsidi silang.

Dari artikel diatas bisa dilihat bahwa memang ada sedikit pesimis tentang teknoilogi ini dan juga kesulitan dari masing-masng operator. Namun sekarang telah bisa dinikmati layanan 3G yang semakin canggih. Mengenai pengguna di Indonesia sendiri sangatlah memuaskan bagi para pelayan jasa telekomunikasi di Indonesia. Sehingga sangatlah besar peluang bagi mereka mengembangkannya kearah HSDPA. Yaitu pengembangan teknologi UMTS yang sering disebut 3,5 G.

Kemudian bagaimana pekembangan 3G berikutnya?

3G Dalam Perkembangannnya di Indonesia

TV Mobile merupakan salah satu konten yang akan disediakan operator yang menyediakan layanan 3G di Indonesia. Sebagaimana kita ketahui, selain XL ada empat operator lain penyedia layanan 3G di Indonesia. Layanan ini diperkirakan akan tersedia pada semester kedua tahun 2006. Dengan teknologi 3G, seorang pengguna telepon seluler (ponsel) nantinya dimungkinkan dapat melihat situasi ruang kelas anaknya melalui video call. Seorang karyawan dalam perjalanan menuju ke kantor dan di tengah-tengah kemacetan tetap dapat menonton acara televisi melalui ponsel, seorang ibu yang sedang berbelanja ke pasar swalayan tetap dapat memantau anaknya di rumah. Seorang pemimpin perusahaan dapat melakukan rapat melalui conference call, tanpa harus bertatap muka langsung.Tentu banyak lagi kegiatan ke seharian yang dapat dipermudah, dari sisi waktu maupun kocek. Dari sisi teknologi, pada mulanya layanan 3G terbilang baru karena negara yang mengaplikasikan layanan ini masih sedikit atau dapat dihitung dengan jari.Selama ini para praktisi dan operator sering membicarakan berbagai kelebihan serta fitur dari teknologi 3G, mulai dari kualitas suara yang lebih jernih, kanal suara yang jauh lebih banyak di tiap menara pemancar (Node B), juga fitur data yang sanggup mengantarkan berbagai aplikasi multimedia ke tiap pelanggan.

Penggunaan telepon seluler saat ini masih didominasi layanan suara dan layanan pesan singkat (SMS) yang jumlahnya bisa mencapai 99 persen. Kontribusi kedua layanan ini terhadap pendapatan para operator seluler cukup tinggi, yaitu 70-85 persen dari suara, sementara SMS antara 10-25 persen, selebihnya 5 persen dari layanan data. Menilik prospek layanan 3G di Indonesia, sebetulnya tidak terlalu susah bagi operator seluler untuk mensiasati pasarnya. Selain pasarnya besar, gaya hidup masyarakat di Indonesia juga cenderung lebih akomodatif terhadap setiap fitur baru layanan telekomunikasi. Saling klaim yang terunggul pun dimulai. Sesuai ketentuan pemerintah, layanan seluler 3G baru dapat dikomersialiasi setelah melalui proses uji laik operasi (ULO) oleh Ditjen Postel, Depkominfo.

PT Excelcomindo Pratama Tbk, merupakan salah satu operator yang langsung memperoleh lisensi ULO di enam kota Indonesia sekaligus, meliputi Jabotabek, Medan, Batam, Bandung, Surabaya, dan Denpasar. Tidak tanggung-tanggung, XL juga telah memiliki kerjasama jelajah (roaming) internasional dengan operator terkemuka Celcom di Malaysia, M-1 (Singapore), Telstra (Australia) dan Hongkong CSL (Hongkong), menyusul sejumlah operator lainnya seperti SmarTone (Hongkong), Hutchinson 3G (Australia) dan Hutchinson 3G (Hongkong). XL sendiri mengklaim memiliki layanan 3G terluas, dengan akses tercepat karena didukung teknologi 3,5 G yaitu High Speed Downlink Packet Access (HSDPA). Sementara PT Telkomsel mengklaim paling pertama menggelar komersialisasi 3G, sedangkan PT Indosat Tbk meski telah mendapat lisensi ULO menyatakan mulai akan menggelar pada November 2006.

Dalam perkembangan selanjutnya, dituliskan dalam media online ”Media Indonesia” bahwa jumlah pelanggan layanan seluler 3G di Indonesia masuk dalam 10 besar dunia setelah Jepang, Kore dan Taiwan, Cina, Hongkong, Inggris, Prancis, dan Jerman, atau sekitar 2,5 juta nomor. Laporan data forum Universal Mobile Telecommunications Systems (UMTS) yang diterima di Jakarta, Kamis (29/3) menyebutkan, jumlah pelanggan 3G di seluruh dunia tahun 2006 mencapai lebih dari 100 juta dan diperkirakan menjadi 800 juta di akhir tahun 2010.

Disebutkan, meski terlambat dibanding dengan Negara lain implementasi layanan 3G di Indonesia mulai diluncurkan pertama pada 14 September 2006. Namun mendapat sambutan positif dari pengguna seluler. Dari tiga operator telekomunikasi yang telah memberikan layanan 3G, PT Telkomsel mencatat jumlah pelanggan terbesar atau mencapai 2,25 juta nomor, disusul PT Excelcomindo sekitar 200.000 nomor, dan PT Indosat sekitar 50.000 nomor.Selain ke tiga operator tersebut, dua operator lainnya yang juga ikut meramaikan persaingan layanan 3G adalah PT Hutchinson Indonesia dan PT Natrindo Telepon Seluler.

Manager Corporate Communications Telkomsel, Suryo Hadiyanto mengatakan, Telkomsel pada 2007 mengalokasikan dana sekitar Rp1,5 triliun untuk membangun sekitar 1.500 unit node B (menara radio pemancar 3G), sehingga pada akhir 2007 jumlahnya dapat menjadi sekitar 2.500 unit node B. Dengan begitu dalam 1,5 tahun sepanjang 2006-2007, nilai investasi Telkomsel untuk implementasi 3G mencapai sekitar Rp2,5 triliun. Untuk mendukung layanan 3G itu, Telkomsel telah bekerja sama dengan 20 “content provider” dalam menghadirkan sekitar 200 jenis konten “mobile TV live” dan “mobile video streaming”, di samping layanan standar “video call” dan “high speed internet browsing and download

Sebelumnya pada 26 Mei 2005 telah melakukan ujicoba layanan teknologi generasi ketiga (3G). Dalam kesempatan yang sama, Telkomsel juga meluncurkan layanan pra-registrasi 3G bagi pelanggan yang ingin menjadi yang pertama untuk dapat mengalami sendiri kehebatan Dunia 3G Telkomsel. Pelanggan Telkomsel yang telah memiliki ponsel berkemampuan 3G dapat mendaftarkan nomornya untuk mendapatkan kesempatan menjadi salah satu diantara 10.000 pelanggan pertama yang nomornya akan diaktifasi duluan oleh Telkomsel untuk mencoba segera layanan 3G Telkomsel pada saat jaringan 3G dibuka bulan depan. Cara pra-registrasi ini sangat sederhana: Cukup dengan ketik SMS berisi “3G” ke nomor 3636. Kesempatan ini terbuka bagi seluruh pelanggan Telkomsel (kartuHALO, simPATI dan Kartu As) yang telah memiliki ponsel 3G dan ingin menggunakannya dalam wilayah jangkauan 3G Telkomsel saat dibuka nanti, dengan tarif promosi khusus untuk bulan pertama.

Dalam memandu perkembangan industri selular Indonesia, Telkomsel memandang bahwa pada dasarnya jaringan yang luas dengan”core network berkualitas tinggi yang senantiasa dipersiapkan untuk mendukung implementasi teknologi terkini merupakan hal utama. Oleh karenanya Tekomsel terus mengupayakan inovasi teknologi yang berkelanjutan dari layanan generasi kedua (2G) berbasis CSD (Circuit Switched Data), GPRS (Global Packet Radio Service) atau 2G, EDGE (Enhanced Data-rate GSM Evolution) atau 2,5 G dan WiFi (Wireless Fidelity) sinergi dengan Wireless LAN dan kini telah siap mengimplementasikan layanan 3G.

Telkomsel juga sadar bahwa peluncuran layanan baru seperti yang berbasis 3G ini, tidak bisa sukses jika tidak didukung oleh strategi peluncuran yang lengkap, termasuk strategi edukasi pasar. Untuk itu, Telkomsel juga telah menghadirkan sarana edukasi yang sangat user friendly bernama TELKOMSEL Genie berupa media interaktif yang menyediakan berbagai informasi layanan 3G yang dibutuhkan masyarakat seperti: ponsel-ponsel 3G, cara setting dan ragam layanan 3G. Genie akan ditempatkan di seluruh GraPARI, GeraiHALO serta pusat keramaian (mal, plaza bandara, dan perkantoran). “Kami menyadari bahwa edukasi layanan 3G sangatlah penting, salah satunya melalui” Genie yang merupakan joint project sebagai wujud nyata komitmen bersama untuk mengedukasi pasar yang dimotori Telkomsel bekerjasama dengan penyalur telpon selular Nokia, Sony Ericsson dan Motorola. Dengan Genie, masyarakat akan touch and feel secara langsung manfaat layanan 3G dan memilih ponsel yang sesuai”, ungkap Kiskenda.

Berbagai konten layanan 3G terbaru hasil kerjasama dengan mitra-mitra content provider pertama juga bisa dicoba langsung oleh masyarakat melalui Genie, seperti TV Mobile Live dan Video on Demand streaming.

Era layanan 3G dapat dikatakan sebagai kurva kedua babakan baru perkembangan industry telekomunikasi selular di Indonesia, bahkan masyarakat luas akan merasakan ‘dream come true’ di mana dulu bila menelpon hanya mendengar suara saja, kini mereka yang berkomunikasi bisa saling melihat wajah masing-masing layaknya bertatap muka secara langsung melalui ponsel 3G mereka yang telah dilengkapi video camera.

Telkomsel sendiri telah melakukan kajian terhadap berbagai aspek yang meliputi:

  1. Kesiapan teknis terhadap fungsi-fungsi setiap elemen jaringan 3G (termasuk kajian interoperability antar perangkat 3G berbagai vendor)
  2. Interoperability jaringan 3G dengan jaringan existing
  3. kesiapan pengembangan layanan dan aplikasi-aplikasi 3G
  4. dan internal user trial untuk mengkaji kesiapan pasar terhadap layanan 3G di Indonesia.

Dan yang lebih penting lagi kajian manfaat atas kehadiran 3G ini di mana diharapkan dalam pengimplementasian layanan 3G dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat, lingkungan dan industri.

Pelanggan 3G di Indonesia Masuk 10 Besar Dunia

Jumlah pelanggan layanan seluler generasi ke tiga (3G) di Indonesia masuk dalam 10 besar dunia setelah Jepang, Korea, Taiwan, Cina, Hongkong, Inggris, Prancis, dan Jerman, atau sekitar 2,5 juta nomor. Laporan data forum Universal Mobile Telecommunications Systems (UMTS) menyebutkan, jumlah pelanggan 3G di seluruh dunia tahun 2006 mencapai lebih dari 100 juta dan diperkirakan menjadi 800 juta di akhir tahun 2010.

Disebutkan, meski terlambat dibanding dengan negara lain implementasi layanan 3G di Indonesia mulai diluncurkan pertama pada 14 September 2006. Namun mendapat sambutan positif dari pengguna seluler.


Dari tiga operator telekomunikasi yang telah memberikan layanan 3G, PT Telkomsel mencatat jumlah pelanggan terbesar atau mencapai 2,25 juta nomor, disusul PT Excelcomindo sekitar 200.000 nomor, dan PT Indosat sekitar 50.000 nomor.


Selain ke tiga operator tersebut, dua operator lainnya yang juga ikut meramaikan persaingan layanan 3G adalah PT Hutchinson Indonesia dan PT Natrindo Telepon Seluler.


Manager Corporate Communications Telkomsel, Suryo Hadiyanto mengatakan, Telkomsel pada 2007 mengalokasikan dana sekitar Rp1,5 triliun untuk membangun sekitar 1.500 unit node B (menara radio pemancar 3G), sehingga pada akhir 2007 jumlahnya dapat menjadi sekitar 2.500 unit node B.


Dengan begitu dalam 1,5 tahun sepanjang 2006-2007, nilai investasi Telkomsel untuk implementasi 3G mencapai sekitar Rp2,5 triliun, kata Suryo.


Untuk mendukung layanan 3G itu, Telkomsel telah bekerja sama dengan 20 content provider dalam menghadirkan sekitar 200 jenis konten mobile TV live dan mobile video streaming, di samping layanan standar video call dan high speed internet browsing and download data.

Melihat prospek dan sambutan yang hangat dari masyarakat Indonesia, maka sangatlah besar prospek bagi pengusaha layanan telekomunikasi di Indonesia.

Sumber:

Media Indonesia Online

Majalah Konstan Online

http://www.majalahkonstan.com

www.wikipedia.org

www.mediaindonesiaonline.com

http://www.waena.org

www.3g.co.uk



Arsitektur 3g
March 24, 2009, 9:22 am
Filed under: Uncategorized | Tags:

Artikel ini diambil dari berbagai sumber.

Konsep Dasar Jaringan WCDMA-UMTS

UMTS merupakan suatu revolusi dari GSM yang mendukung kemampuan generasi ketiga (3G). UMTS menggunakan teknologi akses WCDMA dengan system DS-WCDMA (Direct Seqence Wideband CDMA). Terdapat dua mode yang digunakan dalam WCDMA dimana yang pertama menggunakan FDD (Frequency Division Duplex) dan kedua dengan menggunakan TDD (Time Division Duplex). FDD dikembangkan di Eropa dan Amerika sedangkan TDD dikembangkan di Asia. Pada WCDMA FDD, digunakan sepasang frekuensi pembawa 5 MHz pada uplink dan downlink dengan alokasi frekuensi untuk uplink yaitu 1945 MHz – 1950 MHz dan untuk downlink yaitu 2135 MHz – 2140 MHz. Perbandingan antara spreading rate (kecepatan chip tiap detik) terhadap user data rate (kecepatan simbol data user tiap detik) dikenal sebagai spreading factor. Hal ini menandakan bahwa semakin tinggi chip rate, maka semakin banyak user yang dapat ditampung. Pengertian lainnya adalah dalam menentukan jumlah user, semakin besar jumlah chip rate, maka semakin tinggi kecepatan data yang diperoleh masingmasing user. Dalam WCDMA, chip rate yang digunakan sebesar 3,84 Mbps.

Sistem WCDMA UMTS

Pada sistem generasi ketiga ini didesain untuk komunikasi multimedia untuk komunikasi person-to-person dapat disajikan dengan tingkat kualitas gambar dan video yang baik, dan akses terhadap informasi serta layanan-layanan pada public dan private network akan akan disajikan dengan data rate dan kemampuan sistem komunikasi pada generasi ketiga ini lebih fleksibel. Seiring dengan kemajuan evolusi dari sistem generasi kedua, akan menciptakan suatu kesempatan bisnis baru yang tidak hanya untuk kalangan para manufakturer dan operator-operator, tetapi juga untuk beberapa content provider dan pengembang aplikasi yang menggunakan jaringan ini. Sistem ini merupakan evolusi dari sistem CDMA pada IMT-2000. Infrastrukturnya mampu mendukung user dengan data rate tinggi, mendukung operasi yang bersifat asinkron, bandwidthnya secara keseluruhan 5 MHz dan didesain untuk dapat berdampingan dengan sistem GSM. Sehingga sistem ini pun didesain dengan karakteristik tertentu dengan parameter-parameter sebagai berikut:

1. WCDMA merupakan suatu sistem wideband Direct-Sequence Code Division Multiple Access (DS-CDMA), dalam penjelasannya; bit-bit informasi ditebar pada sebuah wide bandwidth dengan cara perkalian antara data user dengan bit-bit quadsi-random (disebut chip-chip) yang berasal dari kode-kode spreading CDMA. Agar dapat mendukung bit rate berukuran sangat besar (up to 2 Mbps), penggunaan dari variabel factor spreading dan koneksi-koneksi multicode harus didukung juga. Sebagai contoh cara pengaturan koneksi multicode ini dijelaskan pada Gambar di bawah ini

3g2

.

2. Chip rate dengan nilai 3.84 Mcps memandu sinyal user pada sebuah carrier bandwidth yaitu kira-kira 5 MHz. Sistem DS-CDMA biasanya yang dipakai sebelumnya dengan bandwidth sekitar 1 MHz, seperti pada IS-95, secara umum digunakan sebagai dasar narrowband pada system CDMA. Sudah menjadi sifat dari wide carrier bandwidth dari WCDMA mendukung high user data rate dan juga memiliki performansi keuntungan tertentu, seperti meningkatkan multipath diversity. Sesuai dengan lisensi operasinya, network operator dapat merancang dengan multiple sinyal carrier 5 MHz untuk menaikkan kapasitas. Gambar diatas juga menunjukkan hal tersebut. Actual carrier spacing dapat dipilih pada satu batasan frekuensi 200 KHz antara kira-kira 4.4 dan 5 MHz, tergantung dari pada tingkat interference antar carrier.

3. Sistem WCDMA mendukung variabel data rates user yang cukup besar. Data rate user dijaga konstan selama tiap 10, 20, 40 dan 80 ms frame tergantung kebutuhan QoSnya. Namun, kapasitas data diantara user-user dapat berubah dari frame to frame. Gambar diatas menunjukkan contohnya untuk kasus tersebut. Alokasi kapasitas radio yang cepat ini akan dikontrol secara khusus oleh network untuk mencapai throughput optimum untuk paket layanan data.

4. WCDMA mendukung operasi dua mode dasar: Frequency Division Duplex (FDD) dan Time Division Duplex (TDD). Namun pada artikel ini hanya dipakai satu mode saja yaitu mode FDD. Pada mode FDD, frekuensi-frekuensi carrier dipisah 5 MHz untuk penggunaan uplink dan downlink masing-masing, sedangkan pada mode TDD hanya satu frekuensi 5 MHz dengan waktu yang dipakai bergantian (time-shared) antara uplink dan downlink. Dengan uplink sebagai koneksi dari mobile user ke arah base station, dan downlink sebagai koneksi dari base station ke arah mobile.

Arsitektur Jaringan WCDMA

Struktur jaringan dari WCDMA UMTS memiliki dua sub-network:

· jaringan telekomunikasi dan jaringan manajemennya. Pada bagian jaringan telekomunikasi mempunyai fungsi untuk mentransportasikan informasi antara end-connection-nya.

arsitekture

· Jaringan manajemen mempunyai fungsi menghitung, mendaftarkan, melakukan pengaturan dan penangani keamanan dari data, operasi dari tiap elemen dari jaringan harus mendukung operasi jaringan yang tepat yaitu pendeteksian dan menangani masalah data yang error dan yang bersifat anomaly atau operasi kosong setelah mengalami disconnection atau mengembalikan periode dari beberapa elemen-elemen data yang ditransmisikan. Jaringan UMTS memiliki elemen jaringan yang akan dijelaskan sebagai berikut:

1. Core network

Jaringan Lokal (Core Network) Jaringan Lokal menggabungkan fungsi kecerdasan dan transport. Core Network ini mendukung pensinyalan dan transport informasi dari trafik, termasuk peringanan beban trafik. Fungsi-fungsi kecerdasan yang terdapat langsung seperti logika dan dengan adanya keuntungan fasilitas kendali dari layanan melalui antarmuka yang terdefinisi jelas; yang juga pengaturan mobilitas. Dengan melewati inti jaringan, UMTS juga dihubungkan dengan jaringan telekomunikasi lain, jadi sangat memungkinkan tidak hanya antara pengguna UMTS mobile, tetapi juga dengan jaringan yang lain.

core

2. Jaringan radio akses (UTRAN)

Jaringan akses radio menyediakan koneksi antara terminal mobile dan Core Network. Dalam UMTS jaringan akses dinamakan UTRAN (Access Universal Radio electric Terrestrial). UTRA mode UTRAN terdiri dari satu atau lebih Jaringan Sub-Sistem Radio (RNS). Sebuah RNS merupakan suatu sub-jaringan dalam UTRAN dan terdiri dari Radio Network Controller (RNC) dan satu atau lebih Node B. RNS dihubungkan antar RNC melalui suatu Iur Interface dan Node B dihubungkan dengan satu Iub Interface.

access-radio

3. Terminal atau UE

User Equipment (UE) adalah nama yang berhubungan dengan terminal atau mobile. Terminal mobile yang terhubung ke Mobile Station untuk membangun koneksi. Untuk terhubung dengan jaringan, terminal mobile membutuhkan kartu UMTS. Pemakaian Equipment, merupakan peralatan yang setiap user harus dapat melakukan komunikasi dengan base station pada saat usernya memutuskan berkomunikasi dengan base station pada saat yang bersamaan dimana user tersebut masih berada pada coverage area. UE dapat memiliki ukuran yang berbeda-beda, “forma”, tetapi semua terminal harus dapat mendukung standard dan protokol yang sama. Jika satu mobile didesain bekerja pada sistem UMTS, harus dapat berkomunikasi dengan satu mobile yang menggunakan sistem 2G. Pertama-tama terminal UMTS didesain dalam multi-band dan multi-mode, mengijinkan banyak user untuk mengubah ke UMTS, GPRS dan layanan GSM pada band-band frekuensi yang berbeda dan pada perjalanan di seluruh dunia.

4. Jaringan komunikasi

Transmission Networks

Jaringan-jaringan transmisi digunakan untuk mengoneksikan elemen elemen yang berbeda yang terintegrasi dalam semua jaringan.

1. Interface Uu

Uu Interface terletak diantara User terminal dan jaringan UTRAN. Interface-nya menggunakan teknologi WCDMA.

2. Interface Um

Interface ini menghubungkan antara BTS dengan MS.

3. Interface Iu

Iu merupakan Interface yang menghubungkan core network dengan Access Network UTRAN.

4. Interface Iu-CS

Interface ini, Iu-Cs digunakan ketika jaringan berbasis pada komutasi paket dan menghubungkan jaringan UTRAN dengan MSC.

5. Interface lu-PS

Interface ini menghubungkan jaringan akses dengan SGSN dari core network.

6. Interface Iu-Bis

Interface ini menghubungkan RNC dengan Node B.

7. Interface A bis

Interface ini menghubungkan BTS dengan BSC.

8. Interface Gb

Interface ini menghubungkan BSC dengan SGSN.

9. Interface Gs

Interface ini menghubungkan SGSN dengan MSC/VLR.

10. Interface Gp

Interface ini menghubungkan SGSN dengan GGSN.

11. Interface H

Interface ini menghubungkan Auc dengan HLR.

Pada masa yang akan dating perkembangan teknologi menuju generasi yang semakin canggih sangatlah mungkin terjadi. Saat ini telah berkembang teknologi terusan dari 3G. Dibidang telekomunikasi orang sering menyebutnya HSDPA. Apa itu HSDPA?

Secara Umum High Speed Downlink Packet Access (HSDPA) adalah suatu teknologi terbaru dalam sistem telekomunikasi bergerak yang dikeluarkan oleh 3GPP Release 5 dan merupakan teknologi generasi 3,5 (3,5G). Teknologi yang juga merupakan pengembangan dari WCDMA, sama halnya dengan CDMA 2000 yang mengembangkan EV-DO ini didesain untuk meningkatkan kecepatan transfer data 5x lebih tinggi. HSDPA mempunyai layanan berbasis paket data di WCDMA downlink dengan data rate mencapai 14,4 Mbps dan bandwith 5 MHz pada WCDMA downlink. Untuk jenis layanan streaming, dimana layanan data ini lebih banyak pada arah downlink daripada uplink, atau dengan kata lain user lebih banyak men-download daripada meng-upload. Selain dapat meningkatkan kecepatan transfer data, ada beberapa kelebihan dari HSDPA, yaitu :

· High Speed Downlink Shared Channel ( HS DSCH ), dimana kanal tersebut dapat digunakan secara bersama-sama dengan pengguna lain.

· Transmission Time Interval ( TTI ) yang lebih pendek, yaitu 2 ms, sehingga kecepatan transmisi pada layer fisik dapat lebih cepat.

· Menggunakan teknik penjadwalan / scheduling yang cepat

· Menggunakan Adaptive Modulation and Coding ( AMC )

· Menggunakan fast Hybrid Automatic Response request (HARQ)

Sumber:

Media Indonesia Online

Majalah Konstan Online

www.wikipedia.org

www.mediaindonesiaonline.co

http://www.ittelkom.ac.id



3G-WCDMA (UMTS)
March 14, 2009, 12:54 pm
Filed under: Uncategorized | Tags:

Artikel ini dikutip dari berbagai sumber

Apa itu 3G-WCDNA?

Pada dasarnya 3G,WCDMA ataupun UMTS itu sama saja. UMTS ( Universal Mobile Telecommunications Service ) juga disebut “third-generation ( 3G ),” broadband, transmisi paket dasar text, suara ,gambar dan multimedia dengan kecepatan data mencapai 2 Mbps yang akan menawarkan layanan ke mobile computer dan mobile phone. Didasarkan pada standar komunikasi Global System for Mobile communication ( GSM ), UMTS disahkan dengan standar utama perangkat dan mesin,  standar ini direncanakan untuk pelanggan bergerak pada 2002. Setelah UMTS sepenuhnya diimplementasikan, komputer dan telepon seluler dapat terhubung ke Internet ketika mereka di perjalanan, dan mendapat layanan roaming serta kemampuan mengetahui dimana lokasi pelanggan. Pelanggan akan mendapat akses melalui hubungan  terestrial wireless dan transmisi satelit. Sampai terealisasinya UMTS, pelanggan dapat memiliki peralatan multi mode yang terhubung ke teknologi yang sudah ada (seperti GSM 900 dan 1800).

Saat ini, sistem telepon seluler  sebagian besar adalah circuit-switched, dengan koneksi bergantung pada tersedianya circuit.. Hubungan packet-switched, menggunakan Internet Protocol, yang berarti hubungan sebenarnya selalu tersedia ke setiap titik dalam jaringan.. Hal ini memberi kemungkinan untuk menciptakan layanan baru seperti metode tagihan alternatif (pay-per-bit, pay-per-session, flat rate, asymmetric bandwidth, dll ). Besarnya bandwidth dari UMTS juga memberi harapan untuk layanan video confrencing. UMTS berjanji untuk merealisasikan Virtual Home Environment, dengan proses roaming pelanggan dapat mempunyai layanan yang sama ketika berada dirumah atau di kantor, melalui kombinasi hubungan terrestrial dan satelit.

Penelitian tentang teknologi UMTS, menggunakan peralatan prototipe advanced mobile phone / computing, telah perkenalkan pada tahun 1999 oleh Nortel Networks dan BT (British Telecommunications). Spektrum radiasi elektromagnetik untuk UMTS telah diidentifikasikan dengan band frekuensi 1885-2025 MHz untuk sistem IMT-2000, dan 1980-2010 MHz dan 2170-2200 MHz untuk bagian satelit dari sistem UMTS.

Perkembangan Teknologi 3G

3g

Pada gambar diatas menunjukkan perkembangan teknologi telekomunikasi di dunia. mulai dari teknologi atau telepon yang hanya bisa untuk layanan suara sampai bisa mengirim SMS (short messaging service) dan juga layanan multimedia lainnya dengan berbagai fitur seperti internet dan MMS (Multimedia Messaging Service).

Layanan tersebut semakin berkembang sesuai dengan kebutuhan pelanggan yang menginginkan meningkatnya kecepatan transfer data yang semakin lama semakin bertambah cepat.

Pada artikel ini kita akan memfokuskan pembahasan tentang 3G W-CDMA (UMTS). Wideband Code-Division Multiple Access atau biasa ditulis Wideband-CDMA atau W-CDMA, merupakan teknologi generasi ketiga (3G) untuk GSM, biasa disebut juga UMTS (Universal Mobile Telecommunication System). Teknologi ini tidak kompatibel dengan CDMA2000 atau sering disebut juga dengan CDMA saja.

Pada perkembangannya sistem seluler CDMA mengalami perkembangan dari teknologi 2G ke 3G dengan banyaknya penambahan fitur-fitur yang  mendukung kearah multimedia mobile. Seperti pada bagan diatas.

Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh teknologi generasi ke-3 yang membedakannya dengan 2G :

Radio network :

  1. Mendukung kecepatan data rate sampai dengan 2 Mbps (multimedia).
  2. Mendukung pengimplementasian yang operasional.
  3. Efisiensi penggunaan spectrum dan kapasitas.

Core network :

  1. Packet data network dan IP mobility.
  2. Global roaming.
  3. Quality of Services (QoS).

Secara garis besar service pada UMTS terdapat empat kelas:

a.       conversational class

b.      streaming class

c.       interactive class

d.      background class

  1. Integrasi dengan system 2G yang sudah ada.

Pada Wideband CDMA terdapat sistem Direct-Sequence Code Division Multiple Access (DS-CDMA) pita lebar, yaitu bit informasi dari pelanggan tersebar melalui bandwith yang lebar dengan cara multiply data pelanggan dengan chip yang dibentuk dari CDMA spreading codes. W-CDMA merupakan focus primer oleh standard 3GPP.

Beberapa hal yang dimiliki oleh teknologi W-CDMA:

  1. Kapasitas inisialisasi yang tinggi dan dukungan terhadap pengembangan teknologi di masa mendatang baik dari segi coverage maupun kapasitas, seperti penggunaan smart antenna dan advanced receiver structures karena adanya sistem MUD.
  2. W-CDMA menawarkan layanan untuk packet switched dan circuit switched. Mendukung layanan yang simultan pada tiap mobile terminal karena setiap terminal W-CDMA dapat mengakses beberapa layanan yang berbeda pada saat yang bersamaan.
  3. Dapat diaplikasikan pada lingkungan interferensi yang tinggi.
  4. Menyediakan kapasitas yang lebih besar daripada sistem FDMA, TDMA, maupun Narrowband CDMA.
  5. Kerahasiaan yang tinggi.
  6. Penggunaan spektrum radio yang efisien
  7. Akses layanan yang cepat.

Perbandingan GSM dengan UMTS

Pada GSM terdapat istilah kanal. Dimana satu kanal memiliki delapan times slot dan masing-masing times slot hanya boleh diduduki satu orang user untuk jenis service apa pun. Sedangkan dalam WCDMA, dikenal dengan istilah CE(Channel Element). Konsep CE ini berbeda dengan Ts. Berikut tabel penggunaan CE untuk masing-masing service yang berbeda:

RAB CE/UL CE/DL SF/UL SF/DL
AMR speech 1 1 64 128
CS 64 4 2 16 32
PS 64/128 4 4 16 16
PS 64/384 4 8 16 8
PS 64 for HSDPA 4 NA 16 256
PS 384 for HSDPA 16 NA 4 256

GSM/GPRS à UMTS

Summary of change
New WCDMA Air interface (UE-Node B)RAN interfaces

Iub (Node B-RNC), Iur (RNC- RNC)

CN Interface – Iu (MSC-RNC & SGSN_RNC)

Modification MSC and SGSN for Iu Interface
No Changes Circuit Core Network (HLR/AuC)Packet core network (GGSN)

Setelah mempelajari GSM dan GPRS, maka untuk berevolusi ke UMTS-WCDMA kita memerlukan beberapa modifikasi sesuai tabel di atas. Ada beberapa elemen network yang baru, yang fungsinya adalah :

1.      Node B

Fungsinya mirip seperti BTS pada GSM, berfungsi melakukan proses pada layer 1 ( layer fisik ), seperti : channel coding, interleaving, rate adaptation, spreading, dan beberapa bagian dari operasi Radio Resource Management (RRM) misalnya inner loop power control.

2.      Radio Network Controller ( RNC )

Fungsinya mirip seperti BSC pada GSM. RNC berhubungan satu sama lainnya dengan interface Iur, sedangkan RNC dengan node B berhubungan dengan interface Iub. Tugas RNC adalah mengontrol beberapa node B, bertanggung jawab pada load dan congestion control, dan hampir semua proses RRM terjadi di sini (layer 3 : RRC), handover,outer loop power control.

3.      Core Network (CN)

CN dibagi atas 2 bagian, untuk memproses layanan Circuit Switched (CS) dan Packet Switched (PS). Dimana terjadi integrasi antara CN dari system GSM untuk layanan CS dan CN dari GPRS untuk layanan PS. Ada beberapa penyesuaian tentunya menyangkut software, dan services.

Proses Perencanaan Core Network

1. Network Analysis

Pada tahap network analysis, dilakukan pengumpulan data pelanggan, informasi demografi, jumlah pelanggan, informasi topografi, dan data trafik. Data dari jaringan eksisting memberikan informasi tentang jumlah site dan trafik yang yang sebaiknya di-generate. Trafik total berasal dari trafik yang berasal dari jaringan itu sendiri maupun dari jaringan luar. Distribusi trafik ini akan sangat membantu dalam perencanaan dan optimasi jaringan core. Data pelanggan akan dijadikan input dalam tahap dimensioning.

2. Network Dimensioning

Dimensioning merupakan tahap perencanaan jaringan yang bertujuan untuk menghitung kebutuhan jaringan sehingga didapatkan jaringan yang efektif dilihat dari segi biaya, segi teknikal, dan juga performansi. Dimensioning akan meliputi network element dan network interface.

3. Detail Planning

Detail planning pada core network secara umum terdiri dari signalling plan, routing plans, numbering dan charging plan. Informasi yang dikumpulkan pada tahap network analysis akan sangat berguna pada tahap ini. Output utama dari detailed core network plan adalah :

a. Routing plan

Jenis routing sebenarnya sudah diputuskan pada tahap analysis dan dimensioning. Pada tahap ini routing harus ditetapkan termasuk destination, sub-destination, circuit group, dan lain-lain yang menyangkut routing.

b. Signalling plan

Pada tahap ini didefinisikan signalling point, signalling end point, signalling transfer point, signalling point code. Penentuan jumlah signaling link dan signalling link set juga harus diselesaikan.

c. Numbering

Pada tahap ini harus diselesaikan numbering group yang digunakan oleh setiap switched. Untuk mempermudah proses numbering group biasanya didasarkan pada lokasi geografi.

Di bawah ini adalah gambar call processing secara garis besar untuk sistem UMTS-WCDMA yang biasanya disebut koneksi RRC.

jaringan

core-network

Ada yang membedakan antara WCDMA pada UMTS dibandingkan dengan teknologi lainnya yaitu cdma2000, walaupun keduanya berdasarkan pada metode CDMA.

UMTS CDMA 200
Spreading Rate 3.84 Mcps 1.2288 Mcps
Bandwidth 5 MHz 1.25 MHz
Synchronation Between Cell Sites Asynchronous Synchronous
Configuration Direct Spread configuration Direct Spread (1x)Multi-csrrier (3x forward link)
Chanel Coding Convolutional Turbo(Parameter flexible) Convolutional Turbo(Parameter fixed in the standard)
modulation QPSK in both direcions QPSK in forwardBPSK in reverse
Frame size 10 msec for physical layer10,20,40 and 80 msec for transport layer 5 (for signaling),10,20,40 and 80 msec physical layer
Modes FDD and TDD mode Only FDD mode
Transmit Diversity scheme Time switched transmit diversitySpace time block coded transmit diversity Orthogonal transmit diversitySpace time spreading
Channelization codes Orthogonal variableSpreading factor (OVSF) codes from 4-256 bits Walsh codes (same as OVSF) codes from 4-128 bits
Source identification code for sector 512 unique scrambling codes each identifying a sector (38,400 bits) One PN code (32,768 bits)512 unique offset are generated using PN offset
Source identification code for mobiles Unique scrambling codes assigned by sector One long PN code (242 bits). Unique offset are generated based on ESN. Not assigned by sector

Arsitektur UMTS

utran

Landasan utama dari arsitektur core network untuk UMTS berdasar pada jaringan GSM dengan GPRS. Core network terbagi manjadi dua bagian, yaitu:

a) circuit switched domain.

gsm

b) Packet switched domain.

cdma

Dari uraian di atas dapat kita lihat bahwa CDMA sebagai metode akses jamak (multiple access) dapat digunakan sebagai air interface pada banyak system komunikasi seluler maupun satelit. CDMA dalam perkembangannya diharapkan menjadi air interface bagi system komunikasi yang lebih handal misalnya 4G dan seterusnya.

Karena dengan teknologi W-CDMA ini dapat mengkases ke internet, ini sangat mengkhawatirkan para orang tua karena dengan mudahnya kita dapat mengakses situs-situs dewasa yang menjamur dalam jaringan internet, sayangnya belum ada program yang dapat memblock hadirnya situs tersebut, kecuali dengan pengawasan ketat terhadap anak-anak.

Sumber:

Media Indonesia Online

Majalah Konstan Online

www.wikipedia.org

www.mediaindonesiaonline.co




Hello world!
March 7, 2009, 11:01 am
Filed under: Uncategorized | Tags:

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.