jartel


Implementasi dan Perkembangan Layanan 3G di Indonesia
April 2, 2009, 2:27 pm
Filed under: Uncategorized | Tags:

Artikel ini diambil dari berbagai sumber.

Perkembangan Layanan 3G di Indonesia

nokiametro50

Bagaimana perkembangan teknologi UMTS di Indonesia? Berikut akan dijelaskan sedikit perkembangannya. Artikel yang kami tulis ini diambil dari berbagai sumber. Pada tulisa pertama ini adalah awal mula penerapan 3G di Indonesia sekitar tahun 2006.

Teknologi UMTS akan diterapkan di Indonesia sebagai generasi ketiga dalam teknologi komunikasi seluler. Sebelum UMTS, Indonesia telah menerapkan teknologi GSM sebagai generasi kedua. Untuk menerapkan UMTS di Indonesia yang juga merupakan perkembangan teknologi GSM tidak akan dilakukan secara independent tanpa mempertimbangkan teknologi GSM yang telah diterapkan. Untuk itu, harus dilakukan studi tentang jaringan eksisting GSM dan kemudian harus dilakukan perencanaan yang matang meliputi jarungan akses dan jaringan core dari UMTS.

Dalam penerapan teknologi 3 G ini di Indonesia terdapat beberapa kesulitan dalam implementasinya. Apa saja kesulitan yang didapat? Mari kita koreksi bersama-sama.

Device

  • Harga masih mahal. Jika harga sudah mencapai Rp 1,5 juta baru akan terjadi “tipping point” dimana layanan akan diserbu pengguna.
  • Batere handset 3G saat ini masih cepat habis.
  • Menu, aplikasi, dan software yang ada di handset 3G saat ini masih sulit dipersonalisasi dan kurang user friendly. Yang ada saat ini sepertinya hanya memindahkan menu yang ada di handset GSM saja.
  • Layar masih belum nyaman untuk beberapa aplikasi

Aplikasi

  • Aplikasi tidak tersedia dalam handset sehingga harus dipasang dahulu. Hal ini bisa menjadi ganjalan untuk pengguna yang tidak terlalu paham masalah teknis.
  • Content masih sangat terbatas dan belum memenuhi kebutuhan komunitas / kultur.
  • Kebanyakan aplikasi masih terpengaruh dengan layanan GSM

People

  • Nampaknya harus ada segmentasi (usia, genre).

Pricing

  • Diperkirakan adalah Rp 5000,-/download.
  • Bisa juga dilakukan dengan bundling.
  • Bisa juga bergantung kepada jenis musik (genre). Dengan kata lain ada subsidi silang.

Dari artikel diatas bisa dilihat bahwa memang ada sedikit pesimis tentang teknoilogi ini dan juga kesulitan dari masing-masng operator. Namun sekarang telah bisa dinikmati layanan 3G yang semakin canggih. Mengenai pengguna di Indonesia sendiri sangatlah memuaskan bagi para pelayan jasa telekomunikasi di Indonesia. Sehingga sangatlah besar peluang bagi mereka mengembangkannya kearah HSDPA. Yaitu pengembangan teknologi UMTS yang sering disebut 3,5 G.

Kemudian bagaimana pekembangan 3G berikutnya?

3G Dalam Perkembangannnya di Indonesia

TV Mobile merupakan salah satu konten yang akan disediakan operator yang menyediakan layanan 3G di Indonesia. Sebagaimana kita ketahui, selain XL ada empat operator lain penyedia layanan 3G di Indonesia. Layanan ini diperkirakan akan tersedia pada semester kedua tahun 2006. Dengan teknologi 3G, seorang pengguna telepon seluler (ponsel) nantinya dimungkinkan dapat melihat situasi ruang kelas anaknya melalui video call. Seorang karyawan dalam perjalanan menuju ke kantor dan di tengah-tengah kemacetan tetap dapat menonton acara televisi melalui ponsel, seorang ibu yang sedang berbelanja ke pasar swalayan tetap dapat memantau anaknya di rumah. Seorang pemimpin perusahaan dapat melakukan rapat melalui conference call, tanpa harus bertatap muka langsung.Tentu banyak lagi kegiatan ke seharian yang dapat dipermudah, dari sisi waktu maupun kocek. Dari sisi teknologi, pada mulanya layanan 3G terbilang baru karena negara yang mengaplikasikan layanan ini masih sedikit atau dapat dihitung dengan jari.Selama ini para praktisi dan operator sering membicarakan berbagai kelebihan serta fitur dari teknologi 3G, mulai dari kualitas suara yang lebih jernih, kanal suara yang jauh lebih banyak di tiap menara pemancar (Node B), juga fitur data yang sanggup mengantarkan berbagai aplikasi multimedia ke tiap pelanggan.

Penggunaan telepon seluler saat ini masih didominasi layanan suara dan layanan pesan singkat (SMS) yang jumlahnya bisa mencapai 99 persen. Kontribusi kedua layanan ini terhadap pendapatan para operator seluler cukup tinggi, yaitu 70-85 persen dari suara, sementara SMS antara 10-25 persen, selebihnya 5 persen dari layanan data. Menilik prospek layanan 3G di Indonesia, sebetulnya tidak terlalu susah bagi operator seluler untuk mensiasati pasarnya. Selain pasarnya besar, gaya hidup masyarakat di Indonesia juga cenderung lebih akomodatif terhadap setiap fitur baru layanan telekomunikasi. Saling klaim yang terunggul pun dimulai. Sesuai ketentuan pemerintah, layanan seluler 3G baru dapat dikomersialiasi setelah melalui proses uji laik operasi (ULO) oleh Ditjen Postel, Depkominfo.

PT Excelcomindo Pratama Tbk, merupakan salah satu operator yang langsung memperoleh lisensi ULO di enam kota Indonesia sekaligus, meliputi Jabotabek, Medan, Batam, Bandung, Surabaya, dan Denpasar. Tidak tanggung-tanggung, XL juga telah memiliki kerjasama jelajah (roaming) internasional dengan operator terkemuka Celcom di Malaysia, M-1 (Singapore), Telstra (Australia) dan Hongkong CSL (Hongkong), menyusul sejumlah operator lainnya seperti SmarTone (Hongkong), Hutchinson 3G (Australia) dan Hutchinson 3G (Hongkong). XL sendiri mengklaim memiliki layanan 3G terluas, dengan akses tercepat karena didukung teknologi 3,5 G yaitu High Speed Downlink Packet Access (HSDPA). Sementara PT Telkomsel mengklaim paling pertama menggelar komersialisasi 3G, sedangkan PT Indosat Tbk meski telah mendapat lisensi ULO menyatakan mulai akan menggelar pada November 2006.

Dalam perkembangan selanjutnya, dituliskan dalam media online ”Media Indonesia” bahwa jumlah pelanggan layanan seluler 3G di Indonesia masuk dalam 10 besar dunia setelah Jepang, Kore dan Taiwan, Cina, Hongkong, Inggris, Prancis, dan Jerman, atau sekitar 2,5 juta nomor. Laporan data forum Universal Mobile Telecommunications Systems (UMTS) yang diterima di Jakarta, Kamis (29/3) menyebutkan, jumlah pelanggan 3G di seluruh dunia tahun 2006 mencapai lebih dari 100 juta dan diperkirakan menjadi 800 juta di akhir tahun 2010.

Disebutkan, meski terlambat dibanding dengan Negara lain implementasi layanan 3G di Indonesia mulai diluncurkan pertama pada 14 September 2006. Namun mendapat sambutan positif dari pengguna seluler. Dari tiga operator telekomunikasi yang telah memberikan layanan 3G, PT Telkomsel mencatat jumlah pelanggan terbesar atau mencapai 2,25 juta nomor, disusul PT Excelcomindo sekitar 200.000 nomor, dan PT Indosat sekitar 50.000 nomor.Selain ke tiga operator tersebut, dua operator lainnya yang juga ikut meramaikan persaingan layanan 3G adalah PT Hutchinson Indonesia dan PT Natrindo Telepon Seluler.

Manager Corporate Communications Telkomsel, Suryo Hadiyanto mengatakan, Telkomsel pada 2007 mengalokasikan dana sekitar Rp1,5 triliun untuk membangun sekitar 1.500 unit node B (menara radio pemancar 3G), sehingga pada akhir 2007 jumlahnya dapat menjadi sekitar 2.500 unit node B. Dengan begitu dalam 1,5 tahun sepanjang 2006-2007, nilai investasi Telkomsel untuk implementasi 3G mencapai sekitar Rp2,5 triliun. Untuk mendukung layanan 3G itu, Telkomsel telah bekerja sama dengan 20 “content provider” dalam menghadirkan sekitar 200 jenis konten “mobile TV live” dan “mobile video streaming”, di samping layanan standar “video call” dan “high speed internet browsing and download

Sebelumnya pada 26 Mei 2005 telah melakukan ujicoba layanan teknologi generasi ketiga (3G). Dalam kesempatan yang sama, Telkomsel juga meluncurkan layanan pra-registrasi 3G bagi pelanggan yang ingin menjadi yang pertama untuk dapat mengalami sendiri kehebatan Dunia 3G Telkomsel. Pelanggan Telkomsel yang telah memiliki ponsel berkemampuan 3G dapat mendaftarkan nomornya untuk mendapatkan kesempatan menjadi salah satu diantara 10.000 pelanggan pertama yang nomornya akan diaktifasi duluan oleh Telkomsel untuk mencoba segera layanan 3G Telkomsel pada saat jaringan 3G dibuka bulan depan. Cara pra-registrasi ini sangat sederhana: Cukup dengan ketik SMS berisi “3G” ke nomor 3636. Kesempatan ini terbuka bagi seluruh pelanggan Telkomsel (kartuHALO, simPATI dan Kartu As) yang telah memiliki ponsel 3G dan ingin menggunakannya dalam wilayah jangkauan 3G Telkomsel saat dibuka nanti, dengan tarif promosi khusus untuk bulan pertama.

Dalam memandu perkembangan industri selular Indonesia, Telkomsel memandang bahwa pada dasarnya jaringan yang luas dengan”core network berkualitas tinggi yang senantiasa dipersiapkan untuk mendukung implementasi teknologi terkini merupakan hal utama. Oleh karenanya Tekomsel terus mengupayakan inovasi teknologi yang berkelanjutan dari layanan generasi kedua (2G) berbasis CSD (Circuit Switched Data), GPRS (Global Packet Radio Service) atau 2G, EDGE (Enhanced Data-rate GSM Evolution) atau 2,5 G dan WiFi (Wireless Fidelity) sinergi dengan Wireless LAN dan kini telah siap mengimplementasikan layanan 3G.

Telkomsel juga sadar bahwa peluncuran layanan baru seperti yang berbasis 3G ini, tidak bisa sukses jika tidak didukung oleh strategi peluncuran yang lengkap, termasuk strategi edukasi pasar. Untuk itu, Telkomsel juga telah menghadirkan sarana edukasi yang sangat user friendly bernama TELKOMSEL Genie berupa media interaktif yang menyediakan berbagai informasi layanan 3G yang dibutuhkan masyarakat seperti: ponsel-ponsel 3G, cara setting dan ragam layanan 3G. Genie akan ditempatkan di seluruh GraPARI, GeraiHALO serta pusat keramaian (mal, plaza bandara, dan perkantoran). “Kami menyadari bahwa edukasi layanan 3G sangatlah penting, salah satunya melalui” Genie yang merupakan joint project sebagai wujud nyata komitmen bersama untuk mengedukasi pasar yang dimotori Telkomsel bekerjasama dengan penyalur telpon selular Nokia, Sony Ericsson dan Motorola. Dengan Genie, masyarakat akan touch and feel secara langsung manfaat layanan 3G dan memilih ponsel yang sesuai”, ungkap Kiskenda.

Berbagai konten layanan 3G terbaru hasil kerjasama dengan mitra-mitra content provider pertama juga bisa dicoba langsung oleh masyarakat melalui Genie, seperti TV Mobile Live dan Video on Demand streaming.

Era layanan 3G dapat dikatakan sebagai kurva kedua babakan baru perkembangan industry telekomunikasi selular di Indonesia, bahkan masyarakat luas akan merasakan ‘dream come true’ di mana dulu bila menelpon hanya mendengar suara saja, kini mereka yang berkomunikasi bisa saling melihat wajah masing-masing layaknya bertatap muka secara langsung melalui ponsel 3G mereka yang telah dilengkapi video camera.

Telkomsel sendiri telah melakukan kajian terhadap berbagai aspek yang meliputi:

  1. Kesiapan teknis terhadap fungsi-fungsi setiap elemen jaringan 3G (termasuk kajian interoperability antar perangkat 3G berbagai vendor)
  2. Interoperability jaringan 3G dengan jaringan existing
  3. kesiapan pengembangan layanan dan aplikasi-aplikasi 3G
  4. dan internal user trial untuk mengkaji kesiapan pasar terhadap layanan 3G di Indonesia.

Dan yang lebih penting lagi kajian manfaat atas kehadiran 3G ini di mana diharapkan dalam pengimplementasian layanan 3G dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat, lingkungan dan industri.

Pelanggan 3G di Indonesia Masuk 10 Besar Dunia

Jumlah pelanggan layanan seluler generasi ke tiga (3G) di Indonesia masuk dalam 10 besar dunia setelah Jepang, Korea, Taiwan, Cina, Hongkong, Inggris, Prancis, dan Jerman, atau sekitar 2,5 juta nomor. Laporan data forum Universal Mobile Telecommunications Systems (UMTS) menyebutkan, jumlah pelanggan 3G di seluruh dunia tahun 2006 mencapai lebih dari 100 juta dan diperkirakan menjadi 800 juta di akhir tahun 2010.

Disebutkan, meski terlambat dibanding dengan negara lain implementasi layanan 3G di Indonesia mulai diluncurkan pertama pada 14 September 2006. Namun mendapat sambutan positif dari pengguna seluler.


Dari tiga operator telekomunikasi yang telah memberikan layanan 3G, PT Telkomsel mencatat jumlah pelanggan terbesar atau mencapai 2,25 juta nomor, disusul PT Excelcomindo sekitar 200.000 nomor, dan PT Indosat sekitar 50.000 nomor.


Selain ke tiga operator tersebut, dua operator lainnya yang juga ikut meramaikan persaingan layanan 3G adalah PT Hutchinson Indonesia dan PT Natrindo Telepon Seluler.


Manager Corporate Communications Telkomsel, Suryo Hadiyanto mengatakan, Telkomsel pada 2007 mengalokasikan dana sekitar Rp1,5 triliun untuk membangun sekitar 1.500 unit node B (menara radio pemancar 3G), sehingga pada akhir 2007 jumlahnya dapat menjadi sekitar 2.500 unit node B.


Dengan begitu dalam 1,5 tahun sepanjang 2006-2007, nilai investasi Telkomsel untuk implementasi 3G mencapai sekitar Rp2,5 triliun, kata Suryo.


Untuk mendukung layanan 3G itu, Telkomsel telah bekerja sama dengan 20 content provider dalam menghadirkan sekitar 200 jenis konten mobile TV live dan mobile video streaming, di samping layanan standar video call dan high speed internet browsing and download data.

Melihat prospek dan sambutan yang hangat dari masyarakat Indonesia, maka sangatlah besar prospek bagi pengusaha layanan telekomunikasi di Indonesia.

Sumber:

Media Indonesia Online

Majalah Konstan Online

http://www.majalahkonstan.com

www.wikipedia.org

www.mediaindonesiaonline.com

http://www.waena.org

www.3g.co.uk


1 Comment so far
Leave a comment

Artikel ini sangat informatif dan bisa menjadi artikel yang menarik… bener lhoh. Ini tulisan yang sangat disukai penyajiannya. mengalir, dan mengandung unsur berita meskipun data2nya thn 2006

Catatan saya.. meskipun diakhir artikel sudah disampaikan daftar referensi, untuk menghindari plagiat, di batang tubuh dicantumkan “citation” atau disadur dari mana konsep, kalimat atau bahkan paragraf yang ada.

Originalitas artikel masih perlu diperbaiki, karena banyak paragraf yang berupa copy paste.

beberapa paragraf berulang dan salah tulis masih ada.

Comment by Hadi




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: